Harga Murai Batu Terbaru per Jenis dan Umur

Harga murai batu sangat lebar: anakan trotol bisa dibeli sekitar ratusan ribu rupiah, sementara murai gacor yang sudah juara di lomba bisa menembus puluhan juta. Kisaran umum untuk murai dewasa yang sudah bunyi biasanya ada di jutaan sampai belasan juta rupiah, tergantung jenis, mental, dan kondisi burungnya.

Catatan: semua angka di bawah adalah perkiraan pasar per Oktober 2026 dan bisa berbeda menurut penjual, kota, kondisi burung, dan musim lomba. Anggap sebagai gambaran awal, bukan harga baku. Untuk cara merawat setelah membeli, buka perawatan murai batu.

Tabel harga: jenis dan umur atau kondisi

Istilah di tabel: trotol adalah anakan bulu bertotol (sekitar 2–4 bulan), bakalan adalah burung muda yang belum jadi atau belum rajin bunyi, gacor adalah burung yang sudah rajin berbunyi dan juara adalah burung yang sudah punya prestasi di lomba. Jenis kelamin trotol belum bisa ditebak, dan nama jenis hanyalah kategori pasar.

Jenis (sebutan pasar)Trotol (2–4 bulan)Bakalan / remajaGacor harianJuara lomba
MedanRp300.000–1,5 jutaRp1,5–5 jutaRp5–15 jutaRp15 juta sampai puluhan juta
BorneoRp300.000–1,2 jutaRp1,5–4 jutaRp4–12 jutaRp12 juta sampai puluhan juta
NiasRp400.000–1,5 jutaRp2–5 jutaRp5–15 jutaRp15 juta ke atas
LampungRp200.000–800.000Rp1–3 jutaRp3–8 jutaRp8–20 juta
AcehRp400.000–1,5 jutaRp2–5 jutaRp5–15 jutaRp15 juta ke atas
Jawa dan campuranRp150.000–600.000Rp700.000–2 jutaRp2–5 jutaRp5 juta ke atas

Kisaran di atas hanya patokan kasar. Ada penjual yang menaruh burungnya jauh di atas tabel karena trah, silsilah, atau jam terbang lomba. Ada juga yang menjual di bawahnya untuk cepat laku. Burung yang punya ring dan sertifikat penangkar umumnya sedikit lebih mahal dibanding burung tanpa keterangan, tetapi lebih jelas asal-usulnya. Betina umumnya jauh lebih murah dibanding jantan dewasa karena tidak dilombakan, kecuali dipakai sebagai indukan penangkaran.

Cara membaca tabel: kolom trotol dan bakalan adalah tebakan tentang masa depan burung, sedangkan kolom gacor dan juara adalah harga untuk burung yang sudah terbukti. Membeli trotol lebih murah di depan tetapi berisiko, karena belum tahu jantan atau betina, belum tahu kualitas suaranya, dan baru terlihat jadi atau tidaknya setelah berbulan-bulan. Kalau modalmu terbatas dan sabar, trotol atau bakalan dari penangkar yang kamu kenal bisa jadi jalan masuk yang masuk akal.

Sebaliknya, burung gacor harian lebih mahal tetapi kamu langsung bisa menilai suara dan mentalnya. Banyak penghobi yang baru mulai memilih jalan tengah: bakalan umur 6–10 bulan yang sudah mulai bunyi walaupun belum matang. Harga lebih terjangkau, dan kamu masih punya ruang untuk membentuk gaya lagunya sendiri.

Satu hal yang sering luput: tabel di atas mengasumsikan burung dalam kondisi sehat dan lengkap. Murai dengan cacat, misalnya ekor patah, kaki bengkok, atau satu mata buram, bisa turun harganya separuh atau lebih. Untuk pembeli yang hanya ingin burung kesayangan di rumah dan tidak ikut lomba, burung seperti ini kadang justru pilihan hemat, asal dokter hewan atau penghobi senior menilai kondisinya tidak membahayakan.

Kenapa harga bisa beda jauh?

Dua murai yang kelihatan mirip bisa berbeda belasan juta. Kamu bisa mengurai alasannya lewat beberapa faktor:

  • Jenis kelamin dan umur. Jantan dewasa yang sudah bunyi lebih mahal daripada trotol yang kelaminnya belum jelas.
  • Kualitas suara dan mental. Volume, variasi lagu, durasi, dan keberanian di keramaian adalah faktor utama harga burung gacor.
  • Prestasi lomba. Juara di lomba tingkat daerah atau nasional menaikkan harga sekaligus nilai bibit keturunannya.
  • Kondisi fisik. Bulu rapi, ekor utuh, kaki normal, dan mata cerah. Burung sedang mabung biasanya dijual lebih murah.
  • Ekor dan penampilan. Ekor panjang dan bulu mengilap membuat murai lebih diminati.
  • Asal dan silsilah. Burung penangkaran dengan indukan jelas dan ring cenderung dihargai lebih tinggi, meski klaim trah tidak selalu bisa diverifikasi.
  • Musim dan permintaan. Menjelang event besar, harga burung siap lomba cenderung naik.

Harga juga berbeda antar-daerah. Di sentra penghobi seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, atau Medan, pilihan burung banyak dan persaingan penjual membuat harga cenderung lebih kompetitif. Di kota kecil, stok terbatas dan harga bisa lebih tinggi karena ongkos kirim burung dari luar kota. Kalau kamu bisa datang langsung ke penangkar di luar kota, selisih harganya kadang lebih besar daripada ongkos perjalananmu.

Satu pola lain yang sering terlihat: harga burung yang dipromosikan di media sosial biasanya sudah termasuk margin untuk promosi dan negosiasi. Jangan ragu menawar dengan sopan, terutama untuk burung yang bukan juara. Tanyakan juga apakah ada garansi, misalnya jaminan burung mau makan voer dalam beberapa hari setelah dibawa pulang. Penjual yang serius biasanya mau memberi garansi sederhana.

Perbandingan murai jantan dan betina juga memengaruhi anggaran. Betina dewasa umumnya dijual jauh lebih murah, kisarannya mungkin hanya sepertiga sampai separuh harga jantan seumur, karena tidak berkicau penuh dan tidak dilombakan. Tetapi betina yang indukannya jelas dan sehat bisa dicari penangkar, sehingga harganya naik. Kalau tujuanmu menangkarkan, pasangan indukan dengan silsilah dan kondisi jelas lebih penting daripada sekadar murah.

Anak murai dari indukan juara juga sering dihargai lebih tinggi sejak masih trotol, meski belum ada jaminan suaranya menurun. Bakat suara dipengaruhi gen, tetapi juga lingkungan, masteran, dan perawatan. Jangan terlalu terpaku pada nama indukan; perhatikan kondisi anakan itu sendiri dan cara penangkar merawatnya.

Harga di pasar burung, breeder, dan online

Tempat beliKecenderungan hargaKelebihanHal yang perlu diwaspadai
Pasar burungBisa ditawar, sering lebih murahBurung bisa dilihat dan didengar langsungAsal burung sering tidak jelas; kadang berasal dari tangkapan alam
Breeder atau penangkarCenderung lebih tinggiRing, silsilah, dan riwayat jelas; burung sudah makan voerHarga sering dipatok dan tidak mudah ditawar
Online (marketplace, grup)Sangat bervariasiPilihan luas dan bisa membandingkan banyak penjualFoto atau video tidak selalu mewakili burung; ada risiko penipuan

Ongkos kirim burung hidup lewat ekspedisi khusus juga bisa menambah ratusan ribu rupiah, dan tidak semua jasa pengiriman mau menerima burung hidup. Untuk pembelian jarak jauh, tanyakan cara pengemasannya dan syarat klaim kalau burung tiba dalam kondisi buruk.

Untuk beli secara online, ada pola penipuan yang sering muncul: foto dan video diambil dari akun lain, harga dibuat jauh di bawah pasar, lalu pembeli diminta transfer uang muka dengan alasan banyak peminat. Kalau burungnya tidak bisa dilihat langsung, minta video real-time lewat panggilan video dan minta penjual menunjukkan tulisan atau tanggal hari itu di dekat burung. Penjual yang jujur tidak keberatan.

Contoh gambaran negosiasi yang wajar: sebuah murai Medan gacor ditawarkan Rp10 juta. Kamu bisa mulai dengan melihat umur, riwayat mabung, dan bukti bunyi. Kalau burung baru selesai mabung dan masih belum penuh, wajar menawar sedikit di bawah. Kalau penjual mengaku burung juara, minta bukti dari event dan cek apakah catatannya sesuai. Tawaran yang masuk akal biasanya turun 10–20 persen dari harga awal, tetapi ini tidak berlaku kalau penjual memang sudah menaruh harga akhir.

Waspadai juga istilah pemasaran yang terlalu manis, misalnya “full isian”, “mental baja”, atau “ekor super”. Istilah itu tidak punya ukuran baku dan tiap penjual memaknainya berbeda. Pegangan paling aman tetap pengamatan langsung: dengarkan lagunya selama setidaknya 15–30 menit, lihat reaksinya saat ada orang mendekat, dan nilai apakah ia tetap bunyi dalam suasana ramai.

Kalau kamu mengandalkan marketplace, bandingkan setidaknya lima sampai sepuluh iklan untuk jenis dan umur yang sama sebelum menentukan harga wajar. Abaikan iklan paling murah dan paling mahal, lalu lihat kisaran di tengahnya. Cara ini lebih jujur daripada mengandalkan satu angka dari artikel atau obrolan grup, dan membantu kamu mengenali penjual yang menaikkan harga tanpa alasan jelas. Simpan juga tangkapan layar iklan dan percakapan sebagai bukti kalau nanti ada selisih soal kondisi burung.

Terakhir, tanyakan hal sederhana: sudah berapa lama burung ini dipelihara dan kenapa dijual? Jawaban yang masuk akal, misalnya pemilik pindah rumah atau mau fokus ke burung lain, biasanya lebih meyakinkan daripada jawaban yang berbelit.

Tips beli agar tidak tertipu

  • Datang langsung atau minta video panjang tanpa potongan, dengan suara asli dan burung terlihat utuh.
  • Periksa fisik: mata jernih, bulu rapat, tidak ada luka di kaki, napas tidak berbunyi, dan kotoran tidak encer.
  • Minta bukti ring kaki atau keterangan penangkar. Pilih burung hasil penangkaran dan hindari penjual yang tidak mau menjelaskan asal burung.
  • Jangan percaya klaim trah atau juara tanpa bukti. Minta foto piala atau rekam jejak dari event yang bisa kamu cek.
  • Waspada harga yang terlalu murah untuk burung gacor. Bisa jadi burungnya sedang disetting dengan obat atau suaranya hasil rekaman yang diputar.
  • Tes dengan membawa burung ke tempat tenang selama beberapa menit dan lihat apakah ia tetap bunyi tanpa dipancing.
  • Untuk transaksi online, pakai metode pembayaran yang punya perlindungan pembeli, atau bertemu langsung.
  • Tanyakan kebiasaan makan: voer apa yang dipakai, seberapa banyak pakan hidup, dan sudah mabung atau belum.

Setelah membeli, jangan langsung mengubah pakan dan rutinitas. Tanyakan ke penjual apa yang biasa dimakan burungnya, lalu teruskan dulu selama seminggu sebelum pelan-pelan dialihkan ke merek atau pola yang kamu inginkan. Karantina di sangkar terpisah selama 2–3 minggu juga mencegah penyakit menular ke burung lain yang sudah kamu punya. Murai yang baru datang biasanya diam beberapa hari; itu normal.

Perhitungkan juga biaya tak terduga, misalnya periksa ke dokter hewan, penggantian sangkar, atau tambahan masteran berupa alat pemutar suara. Beberapa penghobi menyisihkan sedikit dana tiap bulan sebagai cadangan agar tidak kaget kalau burung butuh perawatan khusus. Untuk satu burung rumahan biasa, anggaran Rp300.000–700.000 per bulan biasanya cukup di kota besar, tetapi harga pakan tiap daerah berbeda.

Perawatan murai juga memakan waktu. Rutinitas pagi dan sore bisa menghabiskan satu sampai dua jam per hari kalau dikerjakan dengan teliti: ganti air, bersihkan alas, beri pakan hidup, embun, jemur, mandi, lalu kerodong. Kalau pekerjaanmu membuatmu jarang di rumah, pertimbangkan dulu apakah kamu sanggup konsisten. Murai yang diurus setengah-setengah cenderung cepat turun kondisinya, dan itu pemborosan terbesar dari uang yang sudah kamu keluarkan.

Terakhir, ingat bahwa harga murai ikut ditentukan pasar yang bisa naik turun. Di masa lomba ramai harga burung siap tampil naik, sedangkan di masa sepi penjual lebih mau menurunkan harga. Kalau kamu tidak buru-buru, memantau beberapa minggu sebelum beli akan memberi gambaran harga yang lebih akurat daripada satu tabel di artikel mana pun, termasuk tabel ini.

Biaya bulanan setelah membeli

Harga beli hanya sebagian dari biaya. Murai butuh biaya rutin yang kalau dijumlahkan cukup terasa, terutama kalau kamu memelihara lebih dari satu. Angka berikut perkiraan kasar per ekor:

KomponenPerkiraan per bulan
VoerRp50.000–150.000
JangkrikRp100.000–300.000
Kroto dan ulatRp50.000–150.000
Buah, vitamin, dan perlengkapanRp25.000–100.000
Total perkiraanSekitar Rp225.000–700.000

Belum termasuk biaya sangkar, tempat pakan, kerodong, gantungan, dan kemungkinan ke dokter hewan. Burung lomba biasanya butuh biaya lebih besar karena porsi pakan hidup lebih banyak dan ada ongkos transportasi ke event. Kalau kamu baru mulai, pilih dulu burung yang sehat dengan harga menengah, belajar menjaga rutinitasnya, baru naik kelas.

Setelah kamu punya burungnya, mulai dari rutinitas dan pakan di perawatan murai batu. Kalau tertarik burung lain dengan biaya lebih ringan, lihat juga harga burung kenari.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa harga murai batu trotol?

Perkiraan pasar per Oktober 2026 sekitar Rp150.000–1,5 juta, tergantung jenis dan asal. Trotol Medan atau Nias umumnya di bagian atas kisaran, sedangkan Jawa atau campuran lebih murah. Jenis kelamin trotol belum bisa ditebak, jadi ada unsur untung-untungan.

Berapa harga murai batu Medan gacor?

Murai Medan yang sudah rajin bunyi dijual sekitar Rp5–15 juta menurut perkiraan pasar. Burung juara lomba bisa jauh lebih tinggi. Harga tergantung kualitas suara, mental, kondisi fisik, dan penjual.

Kenapa murai batu mahal?

Harga dipengaruhi kualitas suara, mental di lomba, panjang ekor, prestasi, dan asal burung yang jelas dari penangkar. Permintaan tinggi di kalangan penghobi dan peserta lomba menaikkan harga burung siap tampil. Perawatan hingga burung matang juga memakan waktu dan biaya.